Unwir Ajukan Akreditasi Prodi Perbankan Syariah

INDRAMAYU – Tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan visitasi akreditasi program studi perbankan syariah Fakultas Agama Islam (Prodi FAI) Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu, kemarin.

Penilaian tim asesor BAN-PT yang dipimpin oleh Agus Purwanto (Universitas Diponegoro) didasarkan atas sejumlah aspek baik akademik maupun kemahasiswaan. Rektor Universitas Wiralodra Indramayu Ujang Suratno mengatakan, kegiatan akademik yang dinilai sudah baik dan diharapkan dapat terus ditingkatkan. “Apa yang sudah dijalankan oleh program studi perbankan syariah tinggal dikembangkan dan terus ditingkatkan agar menghasilkan para praktisi perbankan yang handal dan mumpuni,” tuturnya.

Dirinya menginginkan program studi perbankan syariah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat Indramayu, mengingat peluang ke depan yang cukup besar di dunia perbankan syariah. Sebab perbankan syariah cukup diminati di era-era saat ini dan yang akan datang. Ketua Yayasan Universitas Wiralodra Indramayu Darsono menambahkan akreditasi sebagai wujud keseriusan fakultas dan rektorat Universitas Wiralodra Indramayu dalam pengembangan prodi.

Pasalnya kemajuan prodi harus didukung oleh semuanya elemen baik civitas akademik dan sinergitas para dosen dan mahasiswa. Prodi perbankan syariah juga diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang bertakwa, berbudi luhur, berkualitas, profesional dan memiliki jiwa enterpreneurship yang sensitif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain itu, diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keahlian manajemen perbankan syariah dalam pelayanan aktivitas transaksi bisnis dan keuangan di lembaga perbankan syariah secara profesional. “Perbankan syariah adalah salah satu segmen keuangan syariah yang juga sedang mengalami pertumbuhan oleh karena itu prospek kerja jurusan perbankan syariah cukup besar,” ucapnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu Ibnu Rusydi mengatakan perbankan syariah merupakan sebuah lembaga keuangan berbasis syariah Islam. Sistem operasional perbankan syariah berbeda dengan perbankan konvensional, di mana bank syariah menggunakan prinsip bagi hasil dalam keseluruhan produk perbankan. “Dengan perbedaan tersebut, dibutuhkan SDM yang berkualitas dengan memahami prinsip bank syariah dan mengerti mengenai ekonomi Islam secara keseluruhan,” kata dia.